Selasa, 16 April 2013

bahasa indonesia surat menyurt

Pembahasan Bahasa Surat Menyurat 

• Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Surat Penggunaan kata-kata yang belum diakaji kebenrannya tidak dibenarkan. Penggunaan kata-kata gimana, ngapain, kenapa, entar, kasih, bikin, dan yang semacam itu termasuk tidak baik. Padanan kata-kata itu yang dianggap baik adalah bagaimana. mengapa, nanti, memberi, membuat.
 • Syarat Bahasa Surat Pada umumnya bahasa surat sebagai alat komunikasi secara tertulis itu lebih singkat, karena penulis sebelum menulis surat sudah mempertimbangkan setiap susunan kalimat supaya simpatik, sopan, dan menyenangkan yang membaca. Dengan demikian dapat dikemukakan syarat dan ciri surat yang baik adalah : 1. Surat ditulis dalam bentuk yang menarik, dan tersusun sesuai dengan peraturan surat menyurat. 2. Setiap kalimat dalam surat harus berguna, bermakna, maka tidak boleh memakai kalimat yang berbelit-belit. 3. Hindarkan singkatan yang tidak perlu terutama mengarang singkatan sendiri. 4. Nada surat harus sopan dan bijaksana serta hormat dan simpatik. 5. Surat jangan terlalu panjang. 6. Surat harus bersih, rapi 
 • Kriteria Bahasa Surat Yang Baik Bahasa surat harus memenuhi kriteria sebagai berikut: 
1).Kata Baku Februari, formal, pertanggungjawaban, November, persen, pikir. 
2).Kata Tidak Baku Pebruari, formil, pertanggungan jawab, Nopember, prosen, fikir. 
3).Kata Yang Lazim Pilihlah kata yang lazim memakai istilah dalam bahasa Indonesia. Misalnya: masukan bukan input, Suku cadang bukan sparepart, Peringkat bukan ranking 
4). Kata Yang Cermat Kata memohon, meminta, menugasi, memerintahkan, menganjurkan dan menyarankan merupakan kata-kata yang mempunyai arti yang sama. Penulis surat dinas hendaknya dapat memilih kata tersebut dengan tepat sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dalam Surat. Penggunaan sapaan Bapak, Ibu, Saudara, dan Ananda hendaknya tepat Pula sesuai dengan kedudukan orang yang dikirimi Surat tersebut. Apakah penerima Surat lebih tinggi pangkat atau kedudukannya, ataukah sederajat dengan pengirim Surat.
 5).Ungkapan Ideomatik Unsur-Unsur dalam ungkapan idiomatik sudah tetap dan senyawa. Unsur-¬unsur itu tidak boleh ditambah, dikurangi, atau dipertukarkan. Yang termasuk Ungkapan idiomatik antara lain: Sesuai dengan Bertemu dengan Terbuat dari luput dari 
6).Ungkapan Yang Bersinonim Ungkapan-ungkapan yang bersinonim atau berarti sama sebaiknya tidak digunakan sekaligus.
Contoh:sejak dan dari (tidak digunakan segaligus) adalah dan merupakan (tidak digunakan sekaligus)
 Ciri paragraf yang baik: 
1. mengandung kesatuan isi 
2. kepaduan antar kalimat 
3. ada pengembangan gagasan pokok 
4. Bernalar 
5. Menarik atau mengandung rasa bahasa: kosa kata tepat, optimis, menghindari pengungkapan secara langsung hal-hal yang tidak menyenangkan 
6. Taat asas 
7). EYD Yang Sering Digunakan Dalam Surat Menyurat 
a. Penulisan Nama dan Alamat Perusahaan 

1. PT Persada Nusantara Jalan Laksamana Yos Sudarso 101 Tanjung Karang 
2. PT Dian Rama Putra Jalan H. Muhammad Salim 22 Bandar Lampung 35146 b. Penulisan Nama Jabatan Nama jabatan yang lazim di lingkungan perusahaan yaitu direktur, manajer, kepala, ketua. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama-nama jabatan jika diikuti nama perusahaan.
 Contoh: 
1. Direktur Utama PT Mandiri
2. Manajer PT Nusantara c. Penulisan Bentuk Singkatan dan Akronim Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap hurufnya diikuti tanda titik. Contohnya: 1. a.n. : atas nama 2. d.a. : dengan alamat 3. s.d. : sampai dengan Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf hanya diikuti satu tanda titik,
contohnya: 1. Yth. : Yang terhormat 2. Bpk. : Bapak 3. Sdr. : Saudara 4. Jln. : Jalan Singkatan lain yang diikuti tanda titik adalah singkatan nama orang dan singkatan nama gelar, baik gelar kesarjanaan, gelar bangsawan, maupun gelar keagamaan, misalnya: 1. A. Yani : Ahmad Yani (singkatan nama) 2. H. Saleh : Haji Saleh (singkatan gelar keagamaan) 3. Ir. Shofia : Insinyur Shofia (singkatan gelar kesarjanaan) Singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan lambang mata uang tidak diikuti tanda titik, contohnya: 1. cm : centimeter 2. kg : kilogram Singkatan nama perusahaan, lembaga pemerintah, organisasi, dan nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal ditulis dengan huruf kapital dan tidak diberi tanda titik Contohnya: 1. MPR : Majelis Permusyawaratan Rakyat 2. PT : Perseroan Terbatas Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital.
Contohnya: 1. Toserba : Toko Serba Ada 2. Unila : Universitas Lampung 8). Penulisan Bagian-bagian Pelengkap Surat Niaga 1. Penulisan tanggal Unsur-unsur yang ditulis pada bagian ini ialah tanggal, nama bulan, dan tahun.
Contoh: 1. 15 Mei 2006 2. 11 April 2006 2. Penulisan nomor, hal, lampiran, dan tembusan Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dari keempat bagian itu. Antara bagian-bagian itu dengan keterangan yang mengacunya dipakai tanda titik dua.
 Contoh: Nomor : 123 Hal : Permintaan Penangguhan Lampiran : Dua lembar Tembusan : 1. Direktur PT Multimatra Perkasa 2. Manajer Hotel Bumi Asih Jaya 3. Direksi Bank Pacific 3. Penulisan salam pembuka dan salam penutup Penulisan kedua jenis salam ini diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma. Contoh: Salam pembuka Salam penutup Dengan hormat, Hormat kami, Bpk. Ridwan yang terhormat, Salam takzim, Salam penutup dibubuhi tanda tangan dan nama jelas pengirim serta jabatannya.
 Contoh : Hormat kami, Salam takzim, a.n. Direktur PT Usaha Jaya H.M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A. Santi Maria, A.Md. Direktur Sekretaris Direktur 9). Penulisan Kata a. Kata depan ke dan di ditulis terpisah dengan kata lain yang mengikutinya, sedangkan awalan ke- dan di- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
 Contoh: 1. ke dan di kata depan ke kantor ke perusahaan 1. ke- dan di- sebagai awalan ditawarkan ditangguhkan b. Gabungan dua kata atau lebih ditulis terpisah

Contoh: Terima kasih Suku bunga Gabungan kata yang dianggap sudah padu ditulis serangkai
Contoh: wiraswasta fotokopi c. Gabungan kata yang sudah satu unsurnya merupakan kata terikat, ditulis serangkai.
 Contoh: pramuniaga purnajual pascasarjana d. Gabungan kata yang diikuti oleh awalan atau akhiran ditulis terpisah, serangkai gabungan yang mendapat awalan dan akhiran ditulis serangkai.
Contoh: tanggung jawab pertanggungjawaban bergaris bawah digarisbawahi 10). Penulisan Bentuk Perincian Tanda baca yang digunakan dalam rincian adalah tanda koma.
Contoh: Kami mengharapkan kehadiran Bapak dalam rapat direksi yang akan diadakan pada hari Selasa, tanggal 1 Agustus 2006, Pukul 14.00 – 16.00 WIB di ruang rapat untuk membahas penurunan harga saham. Bentuk rincian di atas dapat juga ditulis ke bawah seperti contoh di bawah ini: Kami mengharapkan kehadiran Bapak dalam rapat direksi yang akan diadakan pada: Hari : Selasa Tanggal : 1 Agustus 2006 Pukul : 14.00 – 16.00 WIB Tempat : Ruang Rapat Acara : Membahas penurunan harga saham 
• Bahasa Surat Niaga dan Surat Dinas. Komunikasi melalui bahasa surat merupakan pesan yang dikomunikasikan secara tertulis. Agar komunikasi melalui surat menjadi lebuh efektif dan mampu menyampaikan pesan dengan tepat serta pembaca juga dapat memberikan respon yang positif terhadap isi pesan yang disampaikan oleh penulis, maka penulis harus menggunakan susunan kalimat dengan pilihan kata, ejaan, serta tanda baca (fungtuasi) yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nada surat harus simpatik, sopan, menarik, luwes tapi lugas dan penulis harus menghindari pemakaian kata yang kurang tepat, yang bermakna ganda atau yang dapat menyinggung perasaan orang lain. Bahasa surat dinas harus resmi karena digunakan oleh instansi pemerintah mulai dari tingkatan yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi untuk kepentingan administrasi pemerintah. Bahasa surat niaga bersifat komplementer atau saling melengkapi. Penggunaan bahasanya lebih luwes jika dibandingkan dengan bahasa surat dinas, karena surat dinas lebih merujuk kepada surat sebelumnya, seperti surat perintah, surat tugas, atau surat keputusan. Akan tetapi penggunaan bahasa pada surat dinas maupun surat niaga tetap harus jelas, lugas, sederhana, tidak meragukan, mudah dan dapat cepat dipahami oleh pembaca. 
 Ciri-ciri bahasa surat : a. Jelas. Jelas maksudnya tidak hanya mudah dimengerti namun harus terbebas dari salah tafsir atau rancu, sehingga data-data yang dituangkan dalam surat sesuai dengan sasaran yang diinginkan. b. Lugas. Lugas artinya sederhana, praktis, bersahaja (simpel).

 DAFTAR PUSTAKA

http://rinastkip.wordpress.com/2012/11/13/
makalah-bahan-kuliah-dasar-dasar-surat-menyurat-bahasa-indonesia/ 
zhuldyn.wordpress.com/2011/09/06/makalah-surat-menyurat/ 
 http://www.slideshare.net/itamaniies/surat-menyurat-15501465 Heriyantotatacarasuratmenyurat.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar