Puji syukur atas
kehadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuk-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan Makalah SISTEM BERKAS ini. Penulis menyadari bahwa masih
banyak kekurangan dan keterbtasan dalam penyajian tugas ini. Oleh karena
itu,penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan tugas ini. Semoga tugas
ini berguna dan dapat menambah pengetahuan pembaca.Demikian tugas ini penulis
susun, apabila ada kata- kata yang kurang berkenan
dan banyak terdapat kekurangan, penulis mohon maaf yangsebesar-
besarnya.
Manna, 2014
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL--------------------------------------------- i
KATA
PENGANTAR------------------------------------------- ii
DAFTAR
ISI---------------------------------------------------- iii
BAB I PENDAHULUAN
Ø Pendahuluan---------------------------------------------- 1
Ø Tujuan---------------------------------------------------- 1
BAB II PEMBAHASAN
Ø Sistem
Berkas-------------------------------------------- 2
BAB III PENUTUP
Ø Kesimpulan------------------------------------------------
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
ü Latar Belakang
Teknologi seolah menjadi suatu
kebutuhan yang harus dimiliki masyarakat pada saat sekarang ini, dengan
teknologi masyarakat tentunya memerlukan alat teknologi yang bermanfaat bagi
kehidupan masyarakat itu sendiri.
Salah satu alat teknologi yang paling dominan
dikalangan masyarakat adalah alat komunikasi seperti handphone dan komputer.
Dalam alat komunikasi terdapat beberapa fitur yang
memudahkan kita untuk dapat berkomunikasi dengan cepat, salah satu perkembangan
fitur yang sedang berkembang dikalangan masyarakat saat ini adalah longterm
evolution (LTE).
Komputer dapat menyimpan informasi ke beberapa media
penyimpanan yang berbeda, seperti magnetic disks, magnetic tapes dan optical
disks. Agar komputer dapat digunakan dengan nyaman, system operasi menyediakan
system penyimpanan dengan sistematika yang seragam. Sistem operasi
mengabstraksikan property fisik dari media penyimpanannya dan mendefinisikan
unit penyimpanan logis yaitu berkas. Berkas dipetakan ke media fisik oleh
system operasi. Media penyimpanan ini umumnya bersifat non-volatile, sehingga
kandungan di dalamnya tidak akan hilang jika terjadi gagal listrik maupun
system reboot.
Berkas adalah kumpulan informasi berkait yang diberi
nama dan direkam pada penyimpanan sekunder. Dari sudut pandang pengguna, berkas
merupakan bagian terkecil dari penyimpanan logis, artinya data tidak dapat
ditulis ke penyimpanan sekunder kecuali jika berada di dalam berkas. Biasanya berkas
merepresentasikan program dan data. Data dari berkas dapat bersifat numeric,
alfabetik, alfanumerik atau pun biner. Format berkas juga bias bebas, misalnya
berkas teks atau dapat juga diformat pasti. Secara umum, berkas adalah urutan
bit, byte, baris atau catatan yang didefinisikan oleh pembuat berkas dan
pengguna.
ü Tujuan
Tujuan sistem berkas
adalah sebagai tempat penyimpanan data dan data base.
BAB II
PEMBAHASAN
SISTEM BERKAS
ü Pengertian Sistem Berkas
Sistem
berkas adalah mekanisme penyimpanan online untuk akses data maupun program yang
ada di dalam sistem operasi.
Ada
2 hal yang penting dalam sistem berkas, yaitu :
1.
Kumpulan Berkas
Sebagai tempat untuk menyimpan data.
2.
Struktur Direktori
Sebagai informasi mengenai seluruh berkas.
ü Jenis Berkas
Jenis Berkas
|
Jenis Berkas
|
Ekstensi
|
Fungsi
|
|
Executable
|
exe,bat,bin
|
Siap menjelangkan program bahasa mesin
|
|
Objek
|
obj,o
|
Dikompilasi, bahasa mesin, tidak terhubung (link)
|
|
Source code
|
c, cc, java, pas
|
Kode-kode program dalam berbagai bahasa pemprogram
|
|
Text
|
txt,doc
|
Data text, dokumen
|
|
Librari
|
Dll, lib, a, so
|
Pustaka rutin untuk programmer
|
|
Archive
|
zip, tar, arc
|
Berkas yang berhubungan di keompokkan ke dalam suatu berkas
,dikompress untuk pengarsipan
|
|
Batch
|
bat, ah
|
Memerintahkan ke commad interpreter
|
|
Word processor
|
wp, tex, rtf, doc
|
Macam macam format dari word processor
|
|
Multimedia
|
mpeg, mov, rm
|
Berkas binary yang berisi informasi audio atau A/V
|
|
Print/view
|
Ps, pdf, jpg
|
Berkas ASCII/ binary dalam format untuk mencetak atau melihat
|
.
Attribut
(variable/string/karakter) berfungsi untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna
dan sebagai acuan bagi data yang terkandung di dalamnya.
Contoh
: nama, type, size, waktu, tanggal, dan id.
Ada
3 fungsi model attribut, yaitu :
1.
Sebagai pembuatan berkas
2.
Modifikasi terakhir yang dilakukan pada berkas
3.
Penggunaan terakhir berkas
ü Koperasi Pada Berkas
Berfungsi
untuk mendefinisikan berkas secara tepat perlu melihat koperasi yang dapat
dilakukan pada berkas tersebut.
Sistem
operasi menyediakan system calls untuk membuat, membaca, menulis, mencari,
menghapus, dan lain lain.
Ada
6 hal yang harus dilakukan oleh sistem operasi pada keenam sistem operasi
berkas, yaitu :
1.
Membuat sebuah berkas
2.
Menulis pada sebuah berkas
3.
Membaca sebuah berkas
4.
Menetapkan kembali sebuah berkas
5.
Menghapus sebuah berkas
6.
Memendekkan berkas
ü Klasifikasi Data
Klasifikasi
data terbagi atas 3, yaitu :
1.
Kelompok Data Tetap
Adalah kelompok data yang tidak mengalami perubahan
data dalam kurun waktu yang lama.
Contoh : Data / identitas mahasiswa,
seperti nama, nim, jenis kelamin, jurusan, fakultas.
2.
Kelompok Data Tidak Tetap
Adalah kelompok data yang mengalami
perubahan secara rutin.
Contoh : Data rancangan studi, seperti
semester, tahun ajaran, mata kuliah.
3.
Kelompok Data Yang Bertambah Menurut Waktu.
Adalah
kelompok data yang merupakan akumulasi di kelompok data tetap dan akumulasi kelompok data
tidak tetap.
Contoh : Data hasil studi, seperti nilai
IPK, transkrip nilai.
ü Klasifikasi File
Klasifikasi
file terbagi atas 9, yaitu :
1.
Master File
File yang berisi record yang relatif tetap
ada 2 jenis, yaitu :
a. Reference Master File
Adalah file yang berisi record yang tak
berubah / jarang berubah.
Contoh : berkas pelanggan yang berisi
field nomor rekening,nama dan alamat.
b. Dynamic Master File
Adalah file yang berisi record yang terus
menerus berubah dalam kurun waktu tertentu berdasarkan suatu peristiwa
transaksi.
Contoh : berkas stok barang, dll.
2.
Transaction File
Adalah catatan-catatan mengenai
transaksi yang terjadi di dalam enterprise tersebut, saling berelasinya atau
berhubungnya satu atau lebih master file, dan transaction file dapat digunakan
untuk mengupdate master file.
3.
Report File
Adalah file yang berisi data yang dibuat
untuk laporan / keperluan user.
File tersebut dapat dicetak pada kertas
printer atau hanya ditampilkan di layar.
4.
Work File
Adalah file sementara dalam sistem.
Suatu work file merupakan alat untuk
melewatkan data yang dibuat oleh sebuah program ke program lain.
Biasanya file ini dibuat pada waktu proses
sortir.
5.
Program File
Adalah file yang berisi instruksi-instruksi
untuk memproses data yang akan disimpan pada file lain / pada memori utama.
Instruksi tersebut dapat ditulis dalam
bahasa tingkat tinggi (COBOL, FORTRAN, BASIC, dan lain-lain),bahasa assembler
dan bahasa mesin.
6.
Text File
Adalah file yang berisi input data
alphanumeric dan grafik yang digunakan oleh sebuah text editor program.
Text file hanya dapat diproses dengan text
editor.
7.
Dump File
Adalah file yang digunakan untuk tujuan
pengamanan (security), mencatat tentang kegiatan peng-update-an, sekumpulan
transaksi yang telah diproses atau sebuah program yang mengalami kekeliruan.
8.
Library File
Adalah file yang digunakan untuk penyimpanan
program aplikasi, program utilitas atau program lainnya.
9.
History File
Adalah tempat akumulasi dari hasil
pemrosesan master file dan transaction file.
File ini berisikan data yang selalu
bertambah, sehingga file ini terus berkembang, sesuai dengan kegiatan yang
terjadi.
Model
akses file terbagi atas 3, yaitu :
1.
Input File
Adalah file yang hanya dapat dibaca dengan
program.
2.
Output File
Adalah file yang hanya dapat dibuat dengan
sebuah program.
3.
Input / Output File
Adalah file yang dapat dibaca dari dan
ditulis ke selama eksekusi program.
Organisasi
file adalah teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan menyimpan record
dalam sebuah file.
Ada
4 teknik dasar organisasi file, yaitu :
1.
Sequential
Adalah cara yang paling dasar untuk
mengorganisasikan kumpulan record record dalam sebuah berkas.
Dalam organisasi berkas sequential pada
waktu record ini dibuat, record record direkam secara berurutan.
Contoh : Lagu yang ada di kaset.
2.
Relative
a.
Suatu berkas yang mengidentifikasikan record dengan key yang diperlukan.
b.
Record tidak perlu tersortir secara fisik menurut nilai key
c.
Organisasi berkas relatif paling sering digunakan dalam proses interaktif.
d. Tidak perlu mengakses record secara
berurutan (consecutive)
e.
Sebaiknya di simpan dalam Direct Access Storage Device (DASD), seperti magnetic disk/drum.
Contoh : Lagu yang ada pada CD (Compact Disk)
3.
Indexed Sequential
Adalah satu cara yang efektif untuk
mengorganisasi kumpulan record-record
yang membutuhkan akses record secara sequential maupun secara individu
berdasarkan nilai key.
Contoh : Mencari arti kata dalam kamus.
4.
Multi Key
Adalah organisasi yang dapat mempunyai
sebuah file yang di akses dengan banyak cara.
Contoh : sistem perbankan yang memiliki
banyak pemakai.
Ada
2 cara untuk mengakses tempat teknik dasar organisasi file, yaitu :
1.
Direct Access
Adalah suatu cara pengaksesan record yang
langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada.
Contoh : Magnetic Disk
2.
Sequential Access
Adalah suatu cara pengaksesan record, yang
didahului pengaksesan record-record di depannya.
Contoh : Magnetic Tape
BAB III
PENUTUP
ü Kesimpulan
Untuk
master file dan program file, kita dapat melakukan created, updated, retrieved
from dan maintained. Untuk work file, kita dapat melakukan created, updated dan
retrieved from tapi tidak dapat kita maintained.
Untuk
report file umumnya tidak di updated, retrieved from atau maintained.
Untuk transaction file, umumnya hanya dapat di create dan digunakan untuk sekali proses.
Untuk transaction file, umumnya hanya dapat di create dan digunakan untuk sekali proses.
DAFTAR PUSTAKA
http://nhuruelhidayatie.blogspot.com/2011/06/sistem-berkas-file.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar