Minggu, 19 Mei 2013

galeri


<html>
<head>
<title>using link</title>
</head>
<body>
<font face="algerian">
<font size="50">
<center><Font color="white"><img src="JEMPOL.jpg"width="50" height="50"Alight="middel">ARIES PHOTO'S</font></center>
</font>
<hr size="10">
<br>
<br>
<border><tr><td><center><p>
<img src="IMG0227A.jpg"width="180" height="180"Alight="middel">
<img src="Thind thUu aQoE029.jpg"width="180" height="180"Alight="middel">
<img src="DELLLLLL.jpg"width="180" height="180"Alight="middel">
<img src="Cpa pnya.jpg"width="180"height="180"Alight="middel">
<center><p>
<img src="29-10-11-16-42.jpg"width="180"height="180"Alight="middel">
<img src="IMG02063-20110329-0743.jpg"width="180" height="180"Alight="middel">
<img src="IMG02064-20110329-0744.jpg"width="180" height="180">
<img src="dhhj.jpg"width="180" height="180"></p>

<html>
<head>
<title>using link</title>
</head>
<body>
<body bgcolor="BLACK">
<font face="forte">
<font size="8">
<font color="purple"><center><img src="DELAA.jpg" alt="Yoex" width="180" height="200"></center>

KONSEP KEAMANAN SISTEM INFORMASI


PEMBAHASAN



4.1 Tujuan Keamanan Sistem informasi
Sistem  informasi  memiliki   peranan  besar  di  semua perusahaan atau  institusi  agar dapat menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin  dengan cara mengiklankan, menjual, mengadministrasi,V dan   mew·ujudkan produk  baru. Perusahaan dipaksa untuk  menciptakan dan memikirkan  inovasi baru agar dapat bersaing dan bertahan hidup  di dalam persaingan bisnis yang ketat.
Tujuan  dari  pengamanan  sistem  informasi   ini  adalah  untuk   meyakinkan  integritas, kelanjutan, dan kerahasiaan dari pengolahan data. Keuntungan dengan meminimalkan risiko harus diimbangi dengan biaya yang dikeluarkan untuk tujuan pengamanan ini. Oleh karena itu biaya untuk pengaman terhadap keamanan sistem komputer  harus wajar.

4.1.1 Aset Perusahaan

lnformasi adalah aset organisasi yang sangat berharga dan penting seperti aset-aset yang lain misalnya gedung, mesin-mesin, kendaraan, peralatan kantor, SDM dan lain-lain. Sebagai konsekuensi, keamanan sistem informasi merupakan suatu keharusan untuk melindungi aset perusahaan dari berbagai ancaman. Aset-aset yang dapat dimaksud ke dalam sistem informasi dapat kategorikan sebagai berikut:
1)  Personel
Misalnya sistem analis
2)  Hardware
Misalnya CPU
3)  Software aplikasi
Misalnya sistem Deptors,
4)  Sistem software
Misalnya operating sistem
5)  Data
Misalnya master file, backup file, file transaksi
6)  Fasilitas
Misalnya ruang kantor
7)  Penunjang
Misalnya Tapes, CD, DVD.
4.1.2 Ancaman Terhadap Perusahaan
Ancaman  adalah suatu aksi atau kejadian yang dapat merugikan perusahaan yang mengakibatkan kerugian bisa berupa  uang /biaya, tenaga upaya, kemungkinan berbisnis(business opportunity), reputasi nama baik, dan paling parah dapat membuat organisasi pailit.
Ancaman ini dapat dikategorikan sebagai berikut :
1)  Hardware failure
Dikarenakan oleh misalnya padamnya ("byar pet") listrik, kortsleting, disk crashes..
2)  Software failure
Dikarenakan oleh kesalahan sistem operasi, kesalahan program update, tidak cukup dan memadainya uji coba program.
3)  Kegagalan SDM
Kegagalan ini dikarenakan misalnya sangat minimnya training bagi personel, personel yang sangat pasif dan tidak memiliki inisiatif, kemasabodoan,tidak loyal,tidak memiliki rasa memiliki (sense of belonging).
4)  Alam
Dikarenakan oleh misalnya cuaca panas atau dingin yang tidak normal, banjir, gas, proyektil, gempa, letusan gunung.
5)   Keuangan
Disebabkan oleh misalnya tuntutan hokum pihak ketiga, pailit,mogok kerja,huru-hara.
6)   Eksternal
Sabotase, spionase, huru-hara.
7)   Internal
Dapat  dalam  bentuk  kecurangan, pencurian,  perbuatan  jahat(memasukkan  virus, membangun  malicious software).

Ukuran Foro



FOTO
ktp
2 x 3
--
3 x 4
--
4 x 6
dompet
5,6 x 8,6
saku
5,2 x 7
2R
6 x 9
3R
8,9 x 12,7
4R
10,2 x 15,2
5R
12,7 x 17,8
6R
15,2 x 20,3
8R
20,3 x 25,4
10R
25,4 x 30,4
12R
30,4 x 39,4
16R
40,6 x 50,8
20R
50,8 x 60,9
24R
60,9 x 80
30R
75 x 100
KERTAS
Letter
21,59 x 27,94 (8,5"x11")
Legal
21,59 x 35,56
A5
14,8 x 21
A4
21 x 29,7
B5
18,2 x 25,7
4x6" (10x15cm)
10,16 x 15,24
4"x8" (101,6x203,2mm)
10,16 x 20,32
5"x7" (13x18cm)
12,7 x 17,78
8"x10" (20x25cm)
20,32 x 25,4
Dalam CM Kode Dalam Inchi

Jumat, 10 Mei 2013

Matematika Dikstrit

BARISAN DAN DERET

A.     BARISAN
            Barisan bilangan adalah himpunan bilangan yang di urutkan menurut suatu aturan/pola tertentu yang dihubungkan dengan tanda “,”. Jika pada barisan tanda “,” diganti dengan tanda “+” , maka disebut deret. Masing-masing bilangan itu disebut suku-suku barisan,setiap suku diberi nama sesuai dengan nomor urutnya.
Secara umum barisan bilangan dapat ditulis :
U1,u2,u3,……………………….,un  dengan un  sering disebut f(n) yang menyatakan suku ke-n,  
  Sedangkan untuk deret bilangan dapat ditulis :
U1 + u2 + u3 + …………………..+ un
1.  Barisan Aritmatika
Jika barisan yang suku berurutannya mempunyai tambahan bilangan yang  tetap,maka barisan ini disebut Barisan Aritmatika.
Missal :
a.       2,5,8,11,14……………………ditambah 3 dari suku didepannya
b.      100,95,90,85,80…………….dikurangi 5 dari suku didepannya
Bentuk umum barisan aritmatika seperti berikut :
U1,u2,u3,……………………,un-1
Atau
a,a + b,a + 2b,………,a + (n-1) b
keterangan :
                        u1  = a = suku pertama
                        un-1  = beda = b
                        un   = suku ke-n
                        n  =  banyaknya suku/urutan suku
Maka rumus suku ke-n barisan aritmatika adalah :
Un  = a + (n-1) b, dengan n = 1,2,3,………..
Contoh :
Tentukan suku ke-20 barisan  bilangan 2,5,8,11,…………..
Penyelesaian :
a = 2
b = 5-2 = 3
un  = a + (n-1) b
                 = 2 + (20 – 1) 3
                 = 2 + 60 – 3
                 = 59
2.     Barisan geometri
Jika barisan yang suku berurutannya mempunyai kelipatan bilangan tetap maka disebut barisan geometri.
Missal :
a.       2,4,8,16,32,64,128,………………dikalikan 2 dari suku didepannya.
b.      80,40,20,10,5,21/2 ………………..dikalikan 1/2  dari suku didepannya.
Bentuk umum dari barisan geometri adalah :
Un = a   
Keterangan  :
a = suku pertama
r = rasio
  B.  DERET
       Deret adalah jumlah dari bilangan dalam suatu barisan
Missal :
Deret Aritmatika (deret hitung ) : 2+ 4 + 6 + 8 + 10 =30
Deret geometri (deret ukur ) : 2 +4 +8 + 16 + 32 = 62
1.     Deret Aritmatika
Deret Aritmatika disebut juga deret hitung. Apabila suku-suku didalam barisan aritmatika dijumlahkan,maka didapat deret aritmatika. Jadi, bentuk baku deret aritmatika adalah  a + (a + b ) +  (a + 2b) + ( a + 3b ) + ……………+ (a + (n-1) b ).
Jika jumlah n suku deret aritmatika dinyatakan dengan Sn. Maka didapat rumus :
Karena  un = a + (n-1) b maka Sn didapat rumus Sn :
Sn = (a + un)
Contoh soal :
Hitunglah jumlah 40 suku pertama dari deret aritmatika  5 + 10 + 15………….
Jawab :
A = 5,b = 10 – 5 = 5.
Dan  = 40, maka :
Sn =   
    40 =
          = 20  (10 + (39) 5 )
          = 20 ( 10 + 195 )
          = 20 (205)
          = 4100
2.      Deret Geometri
Deret geometri juga disebut dengan deret hitung
 = a
Contoh :
Carilah jumlah 7 suku pertama deret : 2 + 6 + 18 + 54 +…….
Jawab:
Diket :
a = 2
r = 3
n = 7
Contoh 1
Tulis rumus dari 2,3,4……….
    Penyelesaian :
a = 2
b = 3-2 = 1
un   = a + (n-1) b
un = 2 + (n-1) 1
un = 2 + n-1
un = n – 1
Contoh 2
Dikeahui barisan aritmatika 3,8,13,………..
a.       Tentukan suku ke-10 dan rumus suku ke-n barisan tersebut
b.      Suku keberapakah yang nilainya 198 ?
     Penyelesaian :
a.       Dari barisan aritmatika 3,8,13,……diproleh suku pertama a = 3 dan b = 8-3 = 5
Un   = a + (n-1) b
                  U10 = 3 + (10-1) 5
                          = 3 + 9 x 5
                          = 3 + 45
                          = 48
                  Un  = a + (n-1) b
                        = 3 + (n-1) 5
                        = 3 + 5n 5
                        = 5n
b.      Misalkan  un  = 198, maka berlaku :
   Un   = 198
                5n  = 198
                  5n   = 200
                       n = 40
jadi 198 adalah suku ke-n 40
Contoh 3
hitunglah jumlah 40 suku pertama dari deret aritmatika 5 + 10 + 15 + ………
    penyelesaian :
A = 5, b = 10  = 5
Dan n = 40, maka :
                                         =
                                        = -(2(5) +(40-1) 5)
                                              = 20 (10 + (39) 5)
                                              = 20 (10 + 195)
                                              = 20 (205)
                                              = 4100